Rindu, itukah kamu?

Mungkin, terkadang kita mengkhawatirkan sesuatu hal yang belum dipastikan terjadi atau tidak, kita terus berspekulasi seperti ini dan itu, seolah olah kita lah yang membuat skenario hidup kita, rasa cemas dan gelisah menunggu hari yang disebut-disebut sbg momentum kembalinya cerita lama

Tak butuh waktu panjang untuk menarik kesimpulan, bahwa kamu masih tetap yang dulu berdiri diujung sana dan masih menunggu bayang nya hadir menjadi nyata di hadap mu
-rindu, itu kah kamu

Iklan

Keep the Faith (lanjutan)

📃📃📃
“Aku tergantung prasangka hamba Ku”
Keraguan memperlambat keajaiban, jangan melulu kita melakukan sesuatu yg berdasarkan hitungan logika terus, ga apa apa coba aja toh Allah yg berkehendak, Allah yg Maha Kuasa, kita ga akan pernah ngerasain miracle dalam hidup kita jika kita tidak mencoba “break the limit” dan yg penting harus yakin.
Libatkan hati dalam ikhtiar, bukan main perasaan tapi hati yg penuh dengan keyakinan kepada Allah

📃📃📃
Berprasangka baik
Banyak banyak istighfar, shalawat
Yg penting berusaha di jalan Allah

➡kisah Ibrahim al Asroh (apa asrom ya aku ga begitu denger hehe maaf)
Beliau bingung ingin naik haji apa engga tapi ga ada uang sedangkan ada anak dan istri
Lalu anak nya berkata “ayah, apakah kamu itu pemberi rezeki atau pemakan rezeki?”
Lalu ayah (ibrahim al asrom) berkata “aku ini pemakan rezeki”
Anak nya melanjutkan “lalu mengapa engkau khawatir ayah, kan Sang pemberi rezeki tetep disini bersama kami, pasti kami tdk akan dibiarkan telantar
Lalu berangkat lah ayah nya naik haji dengan bekal untuk anak istri hanya cukup untuk 2 atau 3 hari saja
Ketika hari ke tiga, anak dan istri nya udah kehabisan roti lalu ibu nya bertanya kepada anak nya “bagaimana ini nak kita tdk sudah mempunyai persediaan roti lagi”
Lalu anak nya menjawab “ibu ini pemakan rezeki atau pemberi rezeki?”
“Ya justru pemakan rezeki”
Laut tiba2 ada pasukan kerajaan yg sedang kehausan dan dtg ke kampung mereka, diperkenalkan pasukan itu kepada keluarga ibrahim Al asrom, ternyata air sumur keluarga itu terasa manis dan membuat penasaran pejabat hingga dtg ke rumah mereka. “Kemanakah ibrahim al asrom?” Tanya ketua pasukan
Lalu anaknya menjawab “ayah ku sedang pergi haji”
Ketua pasukan “apakah kalian disini tdk kekurangan?”
Istri nya “tidak karena kami yakin kepada pemberi rezeki tdk pernah meninggalkan kami”
Tdk lama kemudian ketua pasukan memerintah untuk segera memberikan emas, uang dll yang mereka bawa saat itu kepada keluarga Ibrahim al asrom yang tdk habis selama beberapa tahun.
✨Hikmah
Kalo Allah mau kasih kejutan, diuji dulu di awal (harus sabar)
Minta kepada Allah, masalah apapun, baik skripsi, jodoh dll
Pas dapat musibah ikhtiar mencari jalan keluar

📃📃📃
Ketika emosional lagi drop, spiritual kita biasanya naik (dengar fitrah Allah)

Kajian Ust Hanan Attaki

Keep the Faith (lanjutan)

Terus gimana cara memperbarui iman :
-banyak denger cerita urusan iman, baca kisah sahabat para tabiin ulama dll
-mengetahui kisah dalam al quran, tadabur al quran

Kalo kita udah hijrah, coba cek hijrah kita dengan akhlak yg baik dan banyak dirasakan manfaat oleh org lain apa engga?

➡ Umar bin khatab : Hobi nya itu denger kisah
Suatu ketika Umar lagi kasih ceramah di masjid dengan tema A tiba2 Umar mengucapkan sesuatu yg kesan nya “ngelantur”
Umat berkata “larilah kalian ke balik bukit itu”
Seketika para jamaah bingung dan ketika ceramah selesai jamaah bertanya, “wahai Umar mengapa engkau berkata seperti tadi? Apa yg sebenarnya engkau lihat?”
Umar berkata “aku melihat pasukan kita hampir dikepung musuh dan aku mendapat seperti perintah Allah untuk berkata lari lah kebalik bukit”
Ada jamaah yg percaya ada juga yang tdk. Bahkan Rasulullah pun saja masih kadang diragukan, gimana Umar?
Dan ternyata terbukti setelah beberapa hari kemudian pasukan mereka dtg lalu mengatakan kepada masyakarat bahwa ketika kami hampir dikepung musuh kami mendengar suara Umar untuk lari ke belakang bukit.
Hikmahnya apa?

✨Keajaiban atau hal hal di luar logika yg dtg nya dari Allah itu yg penting kita harus yakin, kaya keyakinan Umar kepada Allah

☪ Keep the faith ☪

Iman itu fluktuatif dan itu manusiawi, tapi tinggal gimana kita bisa mengupgrade iman kita terus.
Salah satunya kita punya hubungan dengan Allah yg excited, gimana sih cara nya :
-sebelum tidur zikir, baca Al Quran dulu
-bangun subuh inget Allah, bahkan lebih baik bisa qiyamul lail jangan langsung inget ke hape aja
-semangat menjaga hubungan ke Allah sama aja kaya ke manusia malah harus lebih semangat
-sering mempertanyakan hubungan kita dengan Allah, nih kita ga merasa ada masalah pasti ada yg aneh atau justru ada masalah tapi apakah masalah itu mendekatkan kita ke Allah?
-jika hubungan kita dengan Allah tdk baik maka ke sesama manusia pun tdk baik
-perbaiki hubungan kita dengan Allah melalui shalat, coba cek shalat nya bener ga, wudhu nya sempurna ga, apa shalat kita cuma basa basi? Kata nya pengen doa cepet dikabulkan tapi kenapa Allah panggil pas azan malah nunda (nanti dulu ah nanggung) ya doa mu juga di nanti nanti sama Allah

Amee #part 2

“Mulai bahagia dengan sekitar..”

Siang itu angin berhembus membuat daun sedikit bergoyang, matahari di siang hari sama seperti biasa, tidak ada hal luar biasa yang membuat diriku mengukir cerita di buku harian yang biasa aku bawa kemanapun aku pergi. Ku sandarkan punggung ku di bangku taman kota yang terlihat tua dan tak terurus keindahan catnya.

Ku pandang seluruh bagian taman kota hingga ku ulang karena tak menemukan hal yang ku inginkan. Seperti biasa aku membeli ice cream yang menjadi andalan taman kota ku ini untuk membuang kejenuhan yang ada dalam pikiranku. Ku sapu lagi pandangan ku di taman kota dengan lamat-lamat, hingga mata ku terikat pada satu pemandangan yang seketika mengembalikan memori ku.

Hari itu tepatnya satu tahun setelah kepergian bapak ku (setelah ibu ku) yang sedang melakukan perjalanan dinas. Hingga peristiwa itu tiba bapak ku dan penumpang pesawat lainnya tak dapat menghindari untuk memperpanjang umurnya. Perjalanan dinas ayah ku menuju Solo dengan menggunakan pesawat, baru saja satu jam lepas landas pesawat yang ditumpangi kedua orang tua ku mengalami kehilangan kendali. Berita kecelakaan pesawat itu menjadi tranding topic dalam beberapa hari di berbagai media. Saat itu aku sedang presentasi di seminar skirpsi ku, tak ada satu pun yang mengabari ku tentang hal ini. Hingga aku sendiri yang mengetahuinya melalui breaking news di sebuat televisi.
Cukup sudah kenangan itu terkubur dalam hati, hanya doa yang terus kupanjatkan bersama kebaikan demi orang tua ku. Aku anak semata wayang dari kedua orang tua ku. Sekarang aku tinggal bersama nenek dan kakek dari keluarga ibu ku di Bandung. Mereka sangat menyayangi ku seperti orang tua ku dulu. Nenek ku selalu berpesan “berbuat baik lah pada siapapun, karena suatu saat kebaikan itu yang akan menolong mu”. Aku selalu ingat pesan nenek, kebaikan itu akan menjadi rantai, rantai kebaikan bagi pemberi, penerima dan seterusnya. Aku sangat menyayangi nenek dan kakek ku, walaupun mereka tergolong orang kaya, tapi tak satu kalimat kesombongan yang keluar dari mulut mereka. Selain kebaikan, kesederhanaan adalah hal yang selalu diterapkan setiap hari oleh mereka kepada paman, cucu, dan para pegawainya. Nenek dan kakek memiliki dua orang anak, yaitu ibu dan paman ku. Pamanku berada di Kalimantan, mengurus usaha yang mulai dirintisnya sejak paman lulus kuliah, aku sangat kagum dengan paman ku ini. Bekerja keras, ulet, tekun beribadah, dan satu lagi, selalu sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Paman ku memiliki tiga orang anak dan mereka semua tinggal di Kalimantan bersama keluarga dari istrinya.

Pandangan itu di taman kota meningatkan ku pada seseorang yang pernah diperkenalkan paman ketika pemakaman orang tua ku. Sosok pria yang sangat menyukai anak-anak, bermain bersama anak-anak tetangga rumah..

Amee #part 1

“Dimana aku bisa menemukanmu..”

Hallo.. namaku Amee. Di akta kelahiran nama lengkap ku Mesya Winarto. Nama Winarto adalah nama Ayah ku sedangkan nama Amee karena aku sering dipanggil Me oleh Nenek ku. Jadilah aku dipanggil Amee sampai saat ini. Aku dibesarkan oleh Ayah dan Nenek ku di sebuah rumah peninggalan Belanda yang sangat kuno. Rumah tersebut tetap terjaga dengan baik karena Nenek ku yang sangat telaten dalam mengurus rumah. Ibu ku sudah lama meninggal setelah beberapa jam melahirkan ku. Menurut Nenek, wajah ku sangat mirip dengan Ibu ku. Bermata coklat, hidung mancung, rambut yang sedikit ikal dan ada lesung pipi. (Sungguh cantik bukan?).
Tepat hari ini usia ku menginjak 22 tahun. Selalu ada hal spesial yang diberikan Ayah dan Nenek di hari pertambahan usia ku. Tahun ini menjadi tahun yang sangat berkesan karena Ayah sudah memperbolehkan ku untuk memulai berhubungan dengan seorang laki-laki. Sejak kecil, Ayah selalu protektif kepada ku. Aku sadar, tindakan Ayah seperti itu karena aku adalah anak satu-satunya yang dimiliki Ayah. Begitupun dengan Nenek yang sangat menyayangiku.
Setiap hari aku selalu berdoa agar aku dipertemukan dengan laki-laki seperti Ayah ku yang sangat tulus mencintai Ibu. Aku berbisik “wahai sang kekasih dimana aku bisa menemukanmu?”. Aku tersenyum yakin bahwa sebentar lagi aku akan menemukannya. Aku tak tahu dimana, tapi aku selalu percaya bahwa setiap doa-doa ku didengar-Nya.

Syukur

Setiap pagi tiba, ingatlah bahwa pagi itu terasa panjang bagi beribu-ribu orang yang sengsara, sedang engkau berada dalam kenikmatan; pagi itu terasa membosankan bagi beribu-ribu orang yang kelaparan; pagi itu terasa meletihkan bagi beribu-ribu orang yang terpenjara, sedangkan engkau bebas merdeka; pagi itu terasa menegangkan bagi beribu-ribu orang yang tertimpa musibah, sementara engkau bahagia dan aman sentosa.

Pagi itu….berapa banyak air mata yang menetes dari pipi seorang wanita, berapa banyak pula derita di hati seorang ibu, dan berapa banyak jeritan menyeruak dari kerongkongan si kecil, sementara engkau masih bisa tersenyum lega. Maka. Panjatkanlah puji syukur kepada Allah atas kasih sayang yang telah dilimpahkan kepadamu.